ketika seseorang telah masuk ke liang lahat
08 03 2007
13 : 03
Ketika Seseorang Telah Masuk Ke Liang Lahat..
ketika semua pengiring jenazah meninggalkannya sendirian.... Allah berkata kepadanya, "Wahai hamba-Ku..... kini kau tinggal seorang diri..
tiada teman dan tiada kerabat di sebuah tempat kecil, sempit dan gelap..
mereka pergi meninggalkanmu.. seorang diri
padahal, karena mereka kau pernah langgar perintah-Ku"
hanya amal yang paling setia menemaniku disana kelak, bukan keluarga, teman, kerabat, ataupun harta benda yang ku kumpulkan selama hidup.
Rasulullah SAW bersabda "cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!"
referensi :
email - Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian
tiada teman dan tiada kerabat di sebuah tempat kecil, sempit dan gelap..
mereka pergi meninggalkanmu.. seorang diri
padahal, karena mereka kau pernah langgar perintah-Ku"
hanya amal yang paling setia menemaniku disana kelak, bukan keluarga, teman, kerabat, ataupun harta benda yang ku kumpulkan selama hidup.
Rasulullah SAW bersabda "cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!"
referensi :
email - Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/13_178_2007_03
Komentar Anda
haditsnya (dari Syaddad bin 'Aus ra):
al kayyisu man daana nafsahu wa 'amila limaa ba'dal maut
wal 'aajizu man atba'a nafsahu hawahaa wa tamannaa 'alaa Allah
al kayyisu (orang yang cerdas) adalah yang menghitung dirinya (introspeksi) dan beramal untuk (bekal) sesudah mati. Sedangkan al 'aajizu (orang yang gagal/lemah) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada (pemberian) Allah. HR. at Tirmidzi hadits No. 2459, Ibnu Majah No. 4260 dan Musnan Imam Ahmad hal juz 4 hal 124.
Dikutip dari buku : Terapi Mental Aktivis Harakah (Afaatun 'alaa ath Thariiq) karya Dr. Sayyid Muhammad Nuh
al kayyisu man daana nafsahu wa 'amila limaa ba'dal maut
wal 'aajizu man atba'a nafsahu hawahaa wa tamannaa 'alaa Allah
al kayyisu (orang yang cerdas) adalah yang menghitung dirinya (introspeksi) dan beramal untuk (bekal) sesudah mati. Sedangkan al 'aajizu (orang yang gagal/lemah) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada (pemberian) Allah. HR. at Tirmidzi hadits No. 2459, Ibnu Majah No. 4260 dan Musnan Imam Ahmad hal juz 4 hal 124.
Dikutip dari buku : Terapi Mental Aktivis Harakah (Afaatun 'alaa ath Thariiq) karya Dr. Sayyid Muhammad Nuh